Non-veiling and down-veiling narratives in Malaysia

nonveiling

 

Project statement in English

It would be wise to establish that, in Malaysia, the dichotomy between the unveiled and veiled woman as oppositional and mutually exclusive is a reductive one, masking the shifting subjectivities of women who wish to unveil but cannot, women who remove the veil but choose to eventually re-veil, women who veil part-time, and women who down-veil (transition from niqab/tudung labuh to simple tudung). I would like to suggest that the sartorial practices of Muslim-identified women in Malaysia exist on a continuum of identities rather than a simple binary of non-veiled and veiled. The significance of establishing this continuum would be to illuminate the ethical agency of Muslim-identified women and their negotiation and struggles with faith, culture and politics of the everyday – all of which constitute the micro-politics of (non)veiling identities. Such a continuum of identities will also be able to reveal the contradictions, respectively, within the community of women who veil and women who do not. Recognising the imbalance of social capital between Muslim women, this study also aims to bring out the voices of women who do not wear the headscarf and challenge normative assumptions of non-veiling as passivity and non-compliance with regards to culture and faith-related matters.

Please contact me (alicia [at] um [dot] edu [dot] my) if you’re interested in participating in this project

Kenyataan projek dalam Bahasa Kebangsaan

Bagi saya, wanita yang bertudung dan tidak bertudung tidak semestinya wujud bertentangan antara satu sama lain atau hitam-putih. Sebaliknya, isu tudung-tidak bertudung menyelindungi kepelbagaian sosok wanita yang bertudung tetapi ingin membukanya, wanita yang menanggal tudung tetapi akan bertudung semula, wanita yang bertudung “separa waktu”, dan wanita yang bertukar daripada tudung labuh kepada hijab biasa. Saya ingin mencadangkan bahawa amalan permakaian wanita Muslim di Malaysia wujud secara berperingkat dan bukannya binari yang mudah. Dengan memaparkan permakaian tudung secara berperingkat, saya ingin menunjukkan bahawa golongan wanita yang bertudung dan tidak bertudung masing-masing tidak konsisten dan serupa. Projek ini juga prihatin kepada kelebihan wanita yang bertudung dari segi kapital sosial di kalangan masyarakat Melayu Malaysia. Oleh yang demikian, projek ini mendahulukan suara-suara wanita yang terpencil terutamanya mereka yang tidak memakai tudung dengan tujuan memecahkan persepsi terhadap wanita tidak bertudung sebagai pasif dan berlawanan dengan budaya dan kepercayaan agama.

  • Adakah anda seorang wanita yang tidak memakai tudung/hijab? Dan jika tidak, mengapa? Apakah cabaran dan tekanan yang anda hadapi sebagai seorang wanita yang tidak bertudung?
  • Dari mana datangnya pilihan anda untuk menanggalkan tudung?
  • Jika anda bertudung dan diberikan pilihan, adakah anda akan memilih untuk bertudung?
  • Jika anda bertudung labuh atau berniqab, adakah anda ingin atau sudah bertukar kepada hijab biasa? Jika ya, mengapa?

Sila berhubung dengan saya (alicia [at] um [dot] edu [dot] my) untuk menyertai dalam projek ini

4 thoughts on “Non-veiling and down-veiling narratives in Malaysia

  1. hi, I’ve worn the veil before but I’m currently not wearing it – would you kindly e-mail me @ nadiamalyanah(at)gmail(dot)com with more details because I’d like to participate?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s